Home / Daerah / Diduga Ada Permainan Antara Oknum Pejabat Kab. Sijunjung Dengan CV KARYA GUMA Terkait Proyek Senilai Rp. 325.187.000,-

Diduga Ada Permainan Antara Oknum Pejabat Kab. Sijunjung Dengan CV KARYA GUMA Terkait Proyek Senilai Rp. 325.187.000,-

SIJUNJUNG (Sumbar), DemokrasiNews.com – Kelanjutan berita tentang Kejadian salah satu perusahaan/kontraktor (CV. KARYA GUMA) berasal dari Kabupaten Solok, yang diduga melakukan penyelewengan dalam mengerjakan kegiatan/proyek di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, dengan nilai proyek Rp 325.187.000 dan sumber dana proyek tersebut berasal dari APBD Kabupaten Sijunjung, Tahun Anggaran (TA) 2018, kembali memanas disebabkan kurangnya responsif berupa tindakan sanksi terhadap kontraktor tersebut.

Rabu (5/9), wartawan media Demokrasi News kembali mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sijunjung, untuk mengkonfirmasi PPK yang terkait proyek yang di kerjakan oleh CV KARYA GUMA dan juga menjabat sebagai Kabid Bina Marga DPUPR, yaitu Sdr. SYAFRUDDIN ST. Tetapi amat disayangkan, ternyata Sdr. SYAFRUDDIN ST sedang tidak berada di kantor, kemudian wartawan media Demokrasi News menghubungi Sdr. SYAFRUDDIN ST melalui telepon seluler untuk menanyakan kembali tentang temuan dilapangan waktu itu (2/8), dimana CV KARYA GUMA diduga menyelewengkan bahan-bahan di tempat pekerjaan nya, sehingga tidak sesuai dengan yang telah tertuang dalam RAB proyek/pekerjaan berlokasi di tapian sijulai tersebut, salah satu contohnya seperti menggunakan bahan pasir jenis Tabun Merah.

Jawaban Sdr. SYAFRUDDIN ST via telepon seluler sebagai berikut; “Ya saya telah bertanya tentang pemakaian pasir jenis tabun merah itu, katanya nggak jadi di pakai.”

Kemudian dengan tujuan mempertegas, kembali wartawan media Demokrasi News mengkonfirmasi Sdr. SYAFRUDDIN ST tentang kelanjutan proyek/pekerjaan yang di kerjakan oleh CV KARYA GUMA itu, dan Sdr. SYARUDDIN ST kembali menjawab, “Pasir jenis tabun merah itu kan sudah di buang, tentu kerjanya lanjut lagi,” ujar SYAFRUDDIN ST, yang juga akrab di sapa BUJANG LAYO.

Wartawan media Demokrasi News merasa heran dengan jawaban yang singkat dan tidak mendasar dari Sdr. SYAFRUDDIN ST selaku PPK dan sekaligus Kabid Bina Marga DPUPR yang membidangi proyek yang di kerjakan oleh CV KARYA GUMA tersebut, karena wartawan media Demokrasi News bersama rekannya, kurang lebih selama 1 jam berada ditempat lokasi CV KARYA GUMA bekerja, pada hari Kamis (2/8) dan melihat langsung pasir jenis tabun merah itu digunakan oleh tukang untuk proyek/pekerjaan pembuatan gorong-gorong/saluran air.

Tidak hanya itu saja, wartawan media Demokrasi News juga mengkonfirmasi salah seorang tukang yang bekerja disana yang enggan menyebutkan namanya, menjawab, “Kami kekurangan pasir tadi lalu kami memintak pasir kepada pakde/kontraktor nya, tau-tau pasir yang datang pasir jenis tabun merah seperti ini sementara kami ingin bekerja sebab kami di sini hanya kuli, ya jelas kami pakai pasir itu untuk campur adukan, abis kami mau tanya kepada siapa lagi boleh atau tidaknya pasir ini di gunakan, karna pakde/kotraktor nya sudah pergi dan pengawas nya pun juga nggak ada yang ke sini,” tutur salah seorang tukang yang bekerja disana.

Setelah mendengar jawaban dari salah seorang tukang tersebut, wartawan media Demokrasi News langsung mengambil bukti contoh bahan pasir tabun merah yang berada di lokasi pekerjaan/proyek CV KARYA GUMA dan pada hari Jumat (3/8) sore nya sekitar pukul 14:30 wib, wartawan media Demokrasi News bersama rekannya kembali mendatangi lokasi pekerjaan/proyek CV KARYA GUMA dan ternyata disana masih terlihat juga atau menemukan sebagian tumpukan pasir jenis tabun merah itu.

Oleh sebab itu, dengan ada jawaban singkat dan tidak mendasar dari Sdr. SYAFRUDDIN ST sebagai berikut : ”Tak di pakai dan sudah di buang”, maka semuanya menjadi tanda tanya, secara jelas tukang/pekerja saja mengakui memakai pasir itu, ada apa antara Sdr. SYAFRUDDIN ST selaku Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sijunjung, dengan CV KARYA GUMA yang berasal dari Kabupaten Solok tersebut….?

Ditambah lagi, dengan kejadian upaya penyuapan yang dilakukan oleh salah satu pihak dari CV KARYA GUMA terhadap wartawan media Demokrasi News, pada hari kamis (9/8), konon setelah ada pertemuan antara pihak dari CV KARYA GUMA dengan PPK dan PPTK di lokasi proyek/pekerjaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari berita kami tayangkan sebelumnya dengan judul berita : “Proyek APBD Kab. Sijunjung Tahun Anggaran 2018, Senilai Rp. 325.187.000 Terancam Hancur Dan Diduga Terjadi Penyelewengan” (http://demokrasinews.com/blog/proyek-apbd-kab-sijunjung-tahun-anggaran-2018-senilai-rp-325-187-000-terancam-hancur-dan-diduga-terjadi-penyelewengan/)

Tantangan ini tidak membuat berita ini berhenti begitu saja, pada hari kamis (6/9), wartawan Demokrasi News mendatangi Polres Sijunjung, menemui Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan juga mengkonfirmasi langsung ke Kasat Reskrim Polres Sijunjung, IPTU WAWAN DARMAWAN SIK terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh CV KARYA GUMA ini.

“Kami sudah melakukan pra lidik tentang pekerjaan/proyek itu dan barang bukti berupa pasir tabun merah itupun saya sudah melihat, jika nanti bahan yang di gunakan oleh CV KARYA GUMA itu tidak sesuai dengan yang tertuang dalam RAB dan masih di bayar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ke pada pihak CV KARYA GUMA, ya jelas salah dan dapat di proses secara hukum nanti,” tegas IPTU Wawan Darmawan SIK, Kasat Reskrim Polres Sijunjung. (JP)

Lihat Juga

Kunjungan Kerja Dandim 0719/Jepara Bersama Forkopincam Kembang ke Area Perkantoran Proyek PLTU

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi Forkopincam …

%d blogger menyukai ini: