Home / Hukum / Kekerasan Terhadap Murid Oleh Guru Terjadi Di SMP BPS & K Pondok Kelapa

Kekerasan Terhadap Murid Oleh Guru Terjadi Di SMP BPS & K Pondok Kelapa

JAKARTA, DemokrasiNews.com – Menjadi seorang guru tentu bukan hanya sekadar profesi yang bertujuan untuk mendapatkan upah/gaji setiap bulannya, namun guru harus mendidik dan membina anak didik hingga sianak didik tersebut mendapatkan ilmu yang benar.

Bahkan dalam semboyan pahlawan tanpa tanda jasa juga tercipta untuk menggambarkan sosok seorang guru.

“Saat ini ada yang menganggap profesi guru hanya untuk mencari nafkah, namun tidak memahami lagi tanggung besar didalamnya untuk bertindak sebagai pendidik yang seharusnya bekerja dengan tulus,” ujar Kordinator DPP LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Swardy kepada Wartawan.

Oknum guru BPS & K Pondok Kelapa yang berinisial “TT” yang melakukan kekerasan fisik terhadap siswa, “Sangat disayangkan, diminta pihak yayasan BPS & K untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum guru agar hal ini tidak terulang kembali,” ucap Swardy.

Dalam pertemuan, oknum TT mengakui akan perbuatannya didepan Kepala SMP; Asep Sudirman dan Orangtua Murid maupun Wartawan. “Atas perbuatan yang saya lakukan, saya minta maaf dan hal ini tidak terulang kembali. Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran, untuk kedepannya menjadi lebih baik,” pinta TT.

Kasudin Pendidikan Timur I Jakarta Timur diminta agar menindaklanjuti dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswa kelas 7-A SMP BPS & K Pondok Kelapa, jika hal ini dibiarkan tanpa memberi hukuman tentunya akan berulah kembali.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut yakni, mencubit dan menendang siswa dan selanjutnya siswa dibebani untuk membeli sapu. Padahal sudah jelas, bahwa setiap bulannya siswa-siswi di pungut biaya sebesar Rp 30 ribu persiswa. Apakah Sekolah BPS & K Pondok Kelapa tidak menerima dana BOS atau BOP?,” kata Swardy usai pertemuan di ruang guru.

Menanggapi hal kejadian tersebut, Kasudin Pendidikan I Jakarta Timur; Much Roji menyayangkan akan kejadian tersebut. “Kekerasan disekolah tidak dibenarkan dan tidak boleh dilakukan, apalagi guru terhadap peserta didik,” katanya saat dihubungi lewat telepon selulernya dari salah satu rekan wartawan.

Selanjutnya, Kasudin pendidikan Timur 1; Much Roji akan berkordinasi dengan pihak Yayasan BPS & K; Pak Miko untuk menindaklanjuti laporan ini, sehingga pihak yayasan dapat memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap anak didik, tegasnya. (Lj.004/Deny.S)

Lihat Juga

KUNKER DANDIM 0719/JEPARA KE PT TANJUNG JATI B

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi …

%d blogger menyukai ini: