Home / Jabodetabek / LOMBA KEBUT DAYUNG PELAJAR MAHASISWA UMUM NASIONAL (LKDPMUN-XXIV) PODSI KOTA BEKASI
Gambar Foto : Ketua Pengcab PODSI Kota Bekasi, Ade Ruqbi (tengah), didampingi Bendahara, Henry (kanan), saat diwawancarai Demokrasi News ditengah-tengah suasana lomba

LOMBA KEBUT DAYUNG PELAJAR MAHASISWA UMUM NASIONAL (LKDPMUN-XXIV) PODSI KOTA BEKASI

KOTA BEKASI, DemokrasiNews.com – Para peserta beradu cepat saat mengikuti Lomba Kebut Dayung Pelajar Mahasiswa Umum Nasional (LKDPMUN-XXIV) di aliran sungai Inspeksi Saluran Kalimalang Bekasi Timur, Jawa Barat pada, Sabtu (29/4/17) siang.

Lomba Kebut Dayung Pelajar Mahasiswa Umum Nasional ke 24 ini digelar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kota Bekasi bekerja sama dengan mahasiswa Pecinta alam ‘Tapak Giri’ Universitas 45 (Unisma) Kota Bekasi dengan diikuti mahasiswa dan pelajar Bekasi serta peserta umum dan daerah lainnya di provinsi Jabar dan Jateng, dengan menempuh jarak 250 meter.

Lomba Kebut Dayung ini dibagi 3 kategori, diantaranya untuk pelajar Bekasi, pelajar nasional, mahasiswa kategori umum Bekasi dan umum nasional atau Pengcab. Dan walaupun di area lintasan tidak standar karena air mengalir, namun peserta yang ikut ambil bagian mencapai 300 peserta dan yang dari pelatnas pun ada yang turun.

Ketua Pengcab Podsi Kota Bekasi, Ade Ruqbi dengan didampingi bendahara dan pengurus penyelenggara LKDPMUN-XXIV, Herry ketika ditanya Demokrasi News terkait hal yang melatar belakangi lomba Kebut Dayung tersebut menjelaskan, bahwa hasil dari kerjasama yang telah terjalin selama 24 tahun antara Podsi cabang Kota Bekasi dan Mahasiswa Pecinta alam Unisma yang pelaksanaannya terus berkesinambungan.

    

“Lomba yang didominasi oleh pelajar, mahasiswa dan juga untuk umum semua kategori kita ambil. Karena mereka memang ‘haus’ yang event-event seperti ini dan kononnya dari pihak PB Pusat (mengakui) bahwa kegiatan ini, ya di Indonesia ya cuma dikita di Bekasi yang tanpa putus (kontinyu),” tuturnya kepada Demokrasi News.

Ade juga menuturkan bahwa penyelenggaraan event ini tidak ada keterlibatan pihak swasta, melainkan swadaya murni dari rekan dan teman-teman serta tentunya keterlibatan Podsi itu sendiri dan Koni Kota Bekasi. “Walaupun tidak ada keterlibatan pihak swasta, alhamdulillah ya berjalan sampai sekarang tetap berkesinambungan tanpa ada kendala,” papar Ade.

Dan dalam penyelenggaraan ini harapan yang ingin dicapai adalah untuk daerah-daerah lain dapat melihat akan hal ini. “Diharapkan mungkin dapat berpartisipasi, bisa bergabung ya dalam rangka pengembangan dan untuk lebih meningkatkan pembinaan olahraga dayung seperti di Bekasi dan untuk Jabar serta berskala nasional,” pungkas Ade.

Sementara itu, Herry selaku bendahara pengurus juga menjelaskan terkait kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan event lomba Kebut Dayung antar pelajar dan mahasiswa tersebut. “Kendala yang kita hadapi adalah hanya hambatan terkait anggaran yang belum turun yang akhirnya pihak Podsi harus mencari dana tayangan,” tandasnya.

Panas terik tidak menggoyahkan keseruan peserta dan penonton dalam lomba Kebut dayung cepat tersebut, tim putra dan putri pun tak sabar menunggu giliran. Setiap sesi berlombaan diisi oleh tiga tim pendukung maupun perseorangan, para peserta akan mulai mendayung saat terdengar aba-aba dayung dari ketua panitia. Masing-masing tim pun berupaya sekuat tenaga mendayung dengan cepat agar bisa lebih dulu mencapai finish. (AZ)

Lihat Juga

Sofyan Djalil: Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Adalah Bukti Kepastian Hukum

JAKARTA, DemokrasiNews.com – DR. Sofyan Djalil SH, MA, M.ALD kelahiran Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada …

%d blogger menyukai ini: