Home / Daerah / Proyek APBD Kab. Sijunjung Tahun Anggaran 2018, Senilai Rp. 325.187.000 Terancam Hancur Dan Diduga Terjadi Penyelewengan

Proyek APBD Kab. Sijunjung Tahun Anggaran 2018, Senilai Rp. 325.187.000 Terancam Hancur Dan Diduga Terjadi Penyelewengan

Sijunjung (Sumbar), DemokrasiNews.com – Kejadian yang sangat mengejutkan, berkaitan dengan salah satu perusahaan yang mengerjakan pekerjaan pembangunan (proyek) di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, dimana sumber dana proyek/pekerjaan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Sijunjung, Tahun Anggaran (TA) 2018 dengan nilai Rp 325.187.000.

Perusahaan tersebut adalah CV. KARYA GUMA, berasal dari Kabupaten Solok, dan berkaitan dengan perusahaan tersebut, wartawan media Demokrasi News beserta tim telah mendapatkan temuan dilapangan, temuan ini sangat erat kaitannya dengan kualitas pekerjaan/proyek dan diduga terjadinya penyelewengan bahan – bahan yang digunakan tidak sesuai dengan RAB Proyek/Pekerjaan Pembuatan Rigid Beton Tapian Sijulai.

Temuan dilapangan, proyek tersebut diduga menggunakan salah satu bahan pasir yang berjenis Tabun Merah, jenis pasir ini tidak bagus atau buruk bila digunakan untuk Proyek/Pekerjaan Pembuatan Rigid Beton Tapian Sijulai tersebut, sebab jenis pasir ini merupakan campuran tanah dan kotoran.

Rabu (8/8) wartawan media Demokrasi News mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Sijunjung dan menemui salah satu pejabat yang terkait dengan proyek/pekerjaan tersebut, yakni PPTK nya, saat ditanyakan terkait temuan dilapangan tersebut tadi, PPTK nya menjawab, “Kalau masalah ini saya baru tau pak, sebentar saya panggil pengawas nya.”

Tidak lama, salah seorang pegawai DPUPR yang bertugas mengawasi pekerjaan CV. KARYA GUMA di Kecamatan Sumpur Kudus, datang dan menjawab, “Saya datang ke lokasi memang sudah hari sabtu dan saya tidak melihat atau menemukan bahan itu lagi dan juga cerita yang saya dapatkan, bahan pasir Tabun Merah itu telah di buang ke jalan,” ucap sang pengawas.

Lanjut wartawan media Demokrasi News mengkonfirmasi sekaligus mempertegas terkait penggunaan bahan pasir Tabun Merah tersebut, diperbolehkan atau tidak? sambil menyerahkan barang bukti (pasir tabun merah) yang di tamukan di lokasi proyek/pekerjaan CV. KARYA GUMA kepada PPTK tersebut dan PPTK menjawab, “Kalau bahan ini saya tak tau juga pak, boleh apa ndak nya di pakai, coba nanti saya kordinasikan dulu dengan pak Kabid atau kami nanti bersama pak Kabid turun langsung kelapangan pada hari Kamis (9/8) besok, untuk melihat pekerjaan dan sekalian bersama kontraktor nya,” tutur PPTK nya.

Kamis (9/8), sekitar pukul 10:15 WIB (pagi hari), salah seorang dari pihak CV. KARYA GUMA mendatangi kediaman wartawan media Demokrasi News, dengan kejadian ini wartawan media Demokrasi News spontan kaget dan spontan menanyakan maksud tujuan kedatangan salah seorang pihak dari CV. KARYA GUMA tersebut, “Kiranya maksud dan tujuan bapak untuk datang ke kediaman saya apa ya?”

Salah seorang pihak dari CV. KARYA GUMA tersebut menjawab, “Saya datang ke tempat bapak untuk meminta dan memohon kepada bapak untuk tidak memberitakan kesalahan yang terjadi pada pekerjaan di perusahaan saya (CV. KARYA GUMA), sebab pak YOL (PPTK) dan juga pak Kabid nya telah datang ke lokasi tempat pekerjaan saya tadi untuk melihat pekerjaan saya, dan mereka menyuruh saya untuk datang dan menemui bapak beserta tujuan saya tadi ke sini, saya mohon sama bapak untuk janganlah di apa apakan masalah ini pak dan terimalah ini sedikit uang untuk beli minyak mobil bapak.”

Spontan dengan raut wajah tegas wartawan media Demokrasi News menolak mentah – mentah pemberian amplop dari salah seorang pihak CV. KARYA GUMA itu, yang konon amplop tersebut berisi sejumlah uang, yang tidak diketahui jumlahnya. (JP)

Lihat Juga

Kunjungan Kerja Dandim 0719/Jepara Bersama Forkopincam Kembang ke Area Perkantoran Proyek PLTU

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi Forkopincam …

%d blogger menyukai ini: