Home / Daerah / SMP NEGERI I KUALUH HULU KEMBALIKAN 10 SISWA KE ORANG TUA

SMP NEGERI I KUALUH HULU KEMBALIKAN 10 SISWA KE ORANG TUA

LABUHANBATU (Sumut), DemokrasiNews.com – Sepuluh orang murid terpaksa dikembalikan kepada wali murid / orang tua oleh pihak sekolah SMP NEGERI 1 Kualuh Hulu, akibat diduga telah menggunakan Narkotika jenis Ganja.

Informasi dihimpun, kejadian berawal dari ditanyainya salah seorang murid saat berada diruang kelas lokasi SMP NEGERI 1 Kualuh Hulu beberapa waktu yang lalu, Selasa (17/1). Saat itu salah seorang murid dari 10 siswa tersebut terlihat gelisah dan saling meberi kode dengan temannya.

Merasa curiga sang guru langsung mengambil tindakan memeriksa murid tersebut dan langsung memeriksa isi sakunya. Dari dalam saku sang murid ditemukan 2 amplop narkotika jenis Ganja dan uang sekitar 200 ribu rupiah yang digunakan sebagai pembungkus barang haram itu. Kemudian para guru langsung melakukan interogasi dan selanjutnya didapat pengakuan ada 10 orang murid yang diduga telah menggunakan Narkotika jenis Ganja.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak Sekolah SMP NEGERI I Kualuh Hulu melakukan rapat Dewan Guru dan langsung memanggil ke Sepuluh orang tua / wali murid untuk menyampaikan perihal dan tingkah laku anak didik mereka. Pada pertemuan rapat antara pihak sekolah (Dewan Guru) didapat keputusan bahwa ke sepuluh murid tersebut akan dikembalikan kepada orang tua masing – masing, karena para guru sudah tidak sanggup lagi menjadi pendidik bagi mereka. Menurut para pendidik ke sepuluh murid tersebut, bukan hanya pertama kali melanggar serta tidak mentaati peraturan yang ada di sekolah.

Dikonfirmasi beberapa orang tenaga pendidik di ruang guru, Kamis (02/02) menjelaskan, “Para siswa tersebut sudah berulang kali melakukan pelanggaran peraturan sekolah. Sering ribut dan mengganggu aktifitas belajar murid yang lainnya,” terang salah seorang guru yang juga ada di Kantor saat jam istirahat.

“Sebenarnya kami dari para pendidik di SMP Negeri I Kualuh Hulu tidak sampai hati melakukan hal ini, namun karena semua tenaga pendidik sudah jenuh dan tak mampu lagi membimbing kesepuluh murid tersebut, mungkin sudah jalan terbaik bagi mereka untuk dibina di rumah dahulu oleh orang tua mereka. Mengenai kebutuhan belajar mereka seperti Buku cetak akan kita beri dan sediakan. Bagi yang kelas 9 kita tetap akan mengikutkan mereka saat Ujian Negara,” ucapnya lagi.

“Apalagi sudah cukup banyak permintaan dari para orang tua dan wali murid yang lain yang jumlahnya lebih kurang 850 siswa agar pihak sekolah SMP Negeri 1 Kualuh Hulu memberikan tindakan kepada kesepuluh siswa tersebut. Beberapa orang tua dari 850 siswa tersebut meminta agar kesepuluh siswa tersebut dikeluarkan dari sekolah. Menurut mereka kesepuluh murid tersebut dapat mempengaruhi dan merusak siswa siswa yang lainnya,” ucap salah seorang guru yang juga berada di ruangan tersebut.

“Ini mungkin alternatif yang terbaik yang dilakukan sekolah untuk para siswa tersebut, apa lagi sampai melakukan tindakan kriminal seperti ini,” ungkap mereka.

    

Ditempat lain, Plt. Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara, H. Suryaman Munthe S.IP, M.Pd di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten labuhanbatu utara menyatakan telah mengetahui kejadian yang menimpa kesepuluh siswa SMP Negeri 1 Kualuh Hulu. Menurut Suryaman, pihak sekolah telah melakukan tindakan yang benar dengan tidak melakukan proses pengaduan kepada penegak hukum, mengenai apa yang telah dilakukan oleh kesepuluh siswa mereka. Kepala Sekolah telah menyampaikan laporan tertulis kepada saya mengenai hal ini dan saya juga telah memerintahkan beberapa orang untuk mencari tahu kebenarannya,” terangnya lagi.

“Kepala Sekolah telah membuat laporan tertulis serta membuat surat perjanjian dan pernyataan kepada kesepuluh wali murid, delapan menyetujui sedangkan dua orang tua / wali murid enggan membuat surat pernyataan,” ucap Suryaman.

“Mengenai pemecatan, saya selaku Plt. Dinas Pendidikan tidak menyetujui atau menyarankan, karena jelas – jelas hal tersebut menyalahi aturan dan program pemerintah tentang Wajib Belajar 9 Tahun,” ucapnya mengakhiri.

Menanggapi kejadian yang menimpa kesepuluh siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Kualuh Hulu, Ketua KPAI Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ahmad Ardiansyah Harahap. SH menyatakan, kejadian ini merupakan musibah bagi seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tambahnya lagi, siswa-siswa ini merupakan korban dan mangsa yang empuk bagi para pengedar narkoba. Dan lagi mereka tetap harus mendapatkan fasilitas pendidikan dari pemerintah sesuai dengan program 9 tahun wajib belajar.

“Kami sebagai Komisi Perlindungan Anak Kab. Labuhanbatu Utara meminta kepada Dinas Pendidikan dalam hal ini SMP Negeri I Kualuh Hulu, tetap memberikan kesempatan kepada kesepuluh siswa tersebut untuk tetap mendapatkan hak belajar. Karena kesepuluh siswa tersebut merupakan korban dari maraknya peredaran narkoba di Kabupaten yang kita cintai ini. Pihak sekolah harus berkoordinasi ke Instansi terkait seperti BNN dan bila perlu Kepolisian, dalam upaya menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi,” saran Dedi panggilan akrab Ketua KPAI itu.

“Meninjau apa yang dialami oleh kesepuluh siswa SMP itu, bersama ini kami mintakan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) harus lebih jeli dan pro aktif memperhatikan tingkah laku dan perkembangan siswa di sekolahnya. Dan yang terakhir kami mintakan pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu dalam hal ini, khususnya Polsek Kualuh Hulu agar lebih giat dan pro aktif membasmi peredaran barang haram yang merusak generasi muda tersebut dari Kabupaten yang kita cintai ini.” (RIZAL)

Lihat Juga

Kunjungan Kerja Dandim 0719/Jepara Bersama Forkopincam Kembang ke Area Perkantoran Proyek PLTU

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi Forkopincam …

%d blogger menyukai ini: