Home / Daerah / SMPN 9 Sijunjung di Duga Lakukan Pungli Terhadap Siswa Sekolah
Foto : Bukti Kwitansi Bayar Uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Komite dan Uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Belajar Sore

SMPN 9 Sijunjung di Duga Lakukan Pungli Terhadap Siswa Sekolah

SIJUNJUNG (Sumbar), DemokrasiNews.com – SMP Negeri 9 Sijunjung yang terletak di Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap siswa sekolahnya, dengan berkedok bayar uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Komite dan uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Belajar Sore.

Saat wartawan Demokrasi News mengkonfirmasi siswa SMP Negeri 9 Sijunjung, mengeluh dengan adanya Uang Iuran tersebut, “Kami tak tau harus berbuat apalagi dengan adanya uang iuran yang diminta oleh pihak sekolah kepada kami, seperti uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Komite sebesar Rp. 70.000,- (Tujuh Puluh Ribu Rupiah) dan uang Iuran Wali Murid Untuk Dana Belajar Sore sebesar Rp. 30.000 (Tiga Puluh Ribu Rupiah), yang langsung kami bayarkan ke pihak sekolah dan lengkap pakai tanda terima pembayaran yang di tandatangani oleh pihak sekolah dan di tambah lagi apabila orang tua kami tidak mengikuti goro (Gotongroyong), maka orang tua kami harus bayar uang denda atau uang pengganti tidak hadir goro sebesar Rp. 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah), walaupun dengan keadaan ekonomi seperti ini, orang tua kami terpaksa berusaha sekuat mungkin demi masa depan kami, sebab orang tua kami takut terjadi apa apa terhadap kami kalau uang itu tidak di bayar ke sekolah,” tuturnya dengan nada sedih.

Rabu (21/2), wartawan Demokrasi News langsung mengunjungi ke pihak sekolah dan menemui Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Sijunjung untuk dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, (Buk Gus) sebut nama panggilan agak sedikit gugup menjawab, “Kami tidak meminta uang iuran kepada siswa kami, hanya cuma menerima uang itu setelah hasil Rapat Komite.”

Kemudian wartawan Demokrasi News kembali menegaskan konfirmasinya tentang pembayaran iuran yang nilainya sama dan juga ada bukti pembayaran dan di tandatangani oleh TU dari pihak sekolah, jawabnya, “Kalau itu saya tidak tau pak, mungkin itu inisiatif dari TU untuk bukti tanda pembayaran siapa siapa yang sudah membayar,” ujar Kepala Sekolah.

Tak lama kemudian datang Ketua Komite ke sekolah tersebut dan memberikan keterangan terkait hasil Rapat Komite tersebut, “Saya selaku Ketua Komite memang telah mengadakan rapat dengan wali murid siswa, tetapi dalam rapat itu kami hanya sepakat untuk memberikan sumbangan bukan IURAN…! untuk direncanakan sumbangan itu membuat lapangan voli, dan bagi bagi wali murid yang mampu maupun tidak, tidak ada paksaan bagi wali murid, cuman bagi siapa yang mau saja, sekali lagi saya tegaskan, kalau masalah itu IURAN yang nilai UANG nya sama apalagi pakai tanda tangan dan tanda terima dari pihak sekolah, saya tidak tau menahu, kami dari pihak komite tidak ada mambahas dan merencanakan yang namanya itu IURAN,” tegas Ketua Komite. (JP)

Lihat Juga

Kunjungan Kerja Dandim 0719/Jepara Bersama Forkopincam Kembang ke Area Perkantoran Proyek PLTU

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi Forkopincam …

%d blogger menyukai ini: