Home / Ekonomi / Sofyan Djalil: Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Adalah Bukti Kepastian Hukum
Gambar : Menteri ATR / Kepala BPN RI, DR Sofyan Djalil SH MA MALD

Sofyan Djalil: Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Adalah Bukti Kepastian Hukum

JAKARTA, DemokrasiNews.com – DR. Sofyan Djalil SH, MA, M.ALD kelahiran Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada tanggal 23 September 1957, mempunyai hobi jalan kaki 6000 langkah setiap hari. Dan DR.Sofyan Djalil SH, MA, M.ALD telah lima kali jadi Menteri dalam 2 periode Presiden yang berbeda. Saat ini di era Presiden Jokowi menjabat sebagai Menteri ATR/BPN.

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Rahmat Emmanuel (REM) mengundang Sofyan Djalil selaku narasumber dalam kuliah umum kepemimpinan bertema “Sertifikat Tanah Rakyat Sejahtera”, pada hari Jumat (7/9) malam, di Kelapa Gading, Jakarta.

Dalam kuliah umum kepemimpinan bertema “Sertifikat Tanah Rakyat Sejahtera” ini, Sofyan Djalil menjelaskan, “Selama ini pemerintah terkesan tidak serius mengurus tanah yang dimiliki rakyat, hal itu tidak benar, bahkan Presiden Jokowi dulu pernah dikerjai oleh oknum BPN, saat beliau masih sebagai pelaku usaha.”

“Pemberian Sertifikat tanah merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum. Kita tahu selama ini sering terjadi sengketa tanah dimana-mana,” penjelasan lanjut Sofyan Djalil.

“Syukurlah sekarang kita percepat pemberian sertifikat tanah kepada rakyat. Dimana pada tahun 2017 sudah 5.000.000 sertifikat terbit. Pada 2018 akan ada 7.000.000 sertifikat dan 2019 akan ada 9.000.000 juta sertifikat tanah yang diterbitkan oleh pemerintah,” ungkap Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil dalam kuliah umum di STT REM, Jumat (7/9) malam di Kelapa Gading, Jakarta.

Pemerintah berharap, pada tahun 2025 seluruh rakyat Indonesia akan punya sertifikat tanah. Saat ini ada 120.000.000 bidang tanah dengan hanya 46.000.000 saja yang sudah bersertifikat. Bila selama ini hanya terbit 500.000 sertifikat per tahun, maka akan membutuhkan waktu 125 tahun untuk membuat sertifikat dari seluruh bidang tanah yang ada.

“Untuk itulah pemerintah terus menggenjot penerbitan sertifikat dengan cepat dan tepat di seluruh Indonesia. Itu sebabnya program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di kelurahan atau desa yang ada menjadi andalan kami untuk pemberian sertifikat kepada rakyat.” tegas Sofyan Djalil lebih lanjut.

Menurut Sofyan Djalil, bahwa pemberian sertifikat akan menjadikan seseorang menjadi nyaman, dengan memiliki leading asset sehingga bisa berhubungan dengan bank andai ingin meminjam uang, karena ada jaminan asset yang pasti dimilikinya yaitu sertifikat tanah.

“Program PTSL memastikan penyelesaian sertifikasi tanah akan sesuai target. Selama ini, karena belum adanya kepastian hukum atas tanah, seringkali memicu sengketa dan perseteruan di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Sofyan Djalil.

Metode PTSL merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. PTSL dituangkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 12 Tahun 2017 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dan Instruksi Presiden nomor 2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Lengkap diseluruh Wilayah Republik Indonesia.

Antusiasme hadirin terlihat pada sesi tanya jawab. Meski moderator sudah menutup sesi untuk 5 penanya, namun ada 2 penanya tambahan yang interupsi dan dijawab oleh Menteri Sofyan Djalil. Tampak hadir pengurus LPJ dan pengurus DPP ABI antara lain; Rudy Silfa, Rifki, Mangi, Adi, Rusmi dan Suta di antara 150 peserta yang hadir memenuhi 130 bangku tersedia. Sehingga tampak hadirin yang berdiri karena kurangnya bangku didalam gedung STT REM di lantai 4. (LJ004)

Lihat Juga

KUNKER DANDIM 0719/JEPARA KE PT TANJUNG JATI B

JEPARA (Jateng), DemokrasiNews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Czi Fachrudi Hidayat ST di dampingi …

%d blogger menyukai ini: